Saya percaya bahwa kenyamanan tempat kerja akan mempengaruhi kinerja dan hasil kerja. Setidaknya bagi saya sendiri. Saya bukan tipe orang yang bisa bekerja dimana saja. Mungkin karena postur tubuh yang tinggi, saya tidak pernah nyaman bekerja dengan posisi duduk bersila di karpet/tikar/kasur saat menggunakan laptop. Kaki yang terlipat dan postur tubuh yang mau tidak mau harus lebih membungkuk membuat saya capek, kram dan kesemutan. *halah* :p
Saat masih bekerja sebagai pekerja lepas, saya mempunyai tempat kerja yang menurut saya paling nyaman. Kenapa "paling"? Alasan utamanya adalah saya bekerja di rumah saya sendiri yang pastinya nyaman (makan, minum, tidur bisa sesuka hati). Nah, alasan yang lain adalah saya bekerja dengan PC. Meskipun punya laptop namun saya masih lebih menikmati bekerja dengan PC. Saya memiliki 2 monitor LCD merk LG dan benQ (ya elah, ga usah disebut kali, Ndre :|). Satu monitor saya gunakan sebagai ekstensi layar laptop (sebelumnya dipakai sebagai monitor PC Windows) yang satunya saya gunakan untuk Mac Mini.

Untuk meja komputer saya memiliki satu meja yang cukup luas dan dulunya adalah meja belajar dan satu lagi model meja komputer susun serta beroda yang saya gunakan untuk meletakan Mac Mini dan monitor LCD plus 1 UPS dan stop kontak dibagian bawah. Ya, tentunya saya punya alasan saat memilih meja komputer yang beroda dan kenapa harus ada UPS-nya. Karena saya bekerja di rumah saya sendiri, maka saya punya kebebasan untuk memilih spot dimana saya mau bekerja. Geser sana geser sini sesuka hati. Dan rumah saya memiliki banyak colokan listrik! Entah kenapa bisa tersebar di hampir seluruh ruangan.. :O
Saya punya trik supaya tidak lagi membungkuk. Saya menyematkan buku telepon yang useless dan berat itu sebagai lambaran monitor saya. Ya... 5 cm lebih tinggi lah. Kalau kurang tinggi mungkin kamu bisa menggunakan buku Di Bawah Bendera Revolusi-nya Bung Karno buat lambaran monitor kamu... hahahaha.
Terus gimana kondisi sekarang? Yah beginilah nasib seorang perantau. Saya harus bisa membiasakan diri untuk bisa bekerja diberbagai tempat. Memangku laptop di kasur, bekerja dengan gaya seperti tentara yang sedang tiarap, atau memaksakan laptop di meja kafe yang ukuran dan fungsinya memang sebagai tempat makanan yang dipesan.
Karena masih nomaden, maka saya menunda dulu keinginan untuk membeli meja komputer. Atau saya akan menyiasatinya dengan membeli meja portable seperti yang banyak digunakan di warung lesehan nasi pecel. :mrgreen:
Saat masih bekerja sebagai pekerja lepas, saya mempunyai tempat kerja yang menurut saya paling nyaman. Kenapa "paling"? Alasan utamanya adalah saya bekerja di rumah saya sendiri yang pastinya nyaman (makan, minum, tidur bisa sesuka hati). Nah, alasan yang lain adalah saya bekerja dengan PC. Meskipun punya laptop namun saya masih lebih menikmati bekerja dengan PC. Saya memiliki 2 monitor LCD merk LG dan benQ (ya elah, ga usah disebut kali, Ndre :|). Satu monitor saya gunakan sebagai ekstensi layar laptop (sebelumnya dipakai sebagai monitor PC Windows) yang satunya saya gunakan untuk Mac Mini.
Untuk meja komputer saya memiliki satu meja yang cukup luas dan dulunya adalah meja belajar dan satu lagi model meja komputer susun serta beroda yang saya gunakan untuk meletakan Mac Mini dan monitor LCD plus 1 UPS dan stop kontak dibagian bawah. Ya, tentunya saya punya alasan saat memilih meja komputer yang beroda dan kenapa harus ada UPS-nya. Karena saya bekerja di rumah saya sendiri, maka saya punya kebebasan untuk memilih spot dimana saya mau bekerja. Geser sana geser sini sesuka hati. Dan rumah saya memiliki banyak colokan listrik! Entah kenapa bisa tersebar di hampir seluruh ruangan.. :O
Saya punya trik supaya tidak lagi membungkuk. Saya menyematkan buku telepon yang useless dan berat itu sebagai lambaran monitor saya. Ya... 5 cm lebih tinggi lah. Kalau kurang tinggi mungkin kamu bisa menggunakan buku Di Bawah Bendera Revolusi-nya Bung Karno buat lambaran monitor kamu... hahahaha.
Terus gimana kondisi sekarang? Yah beginilah nasib seorang perantau. Saya harus bisa membiasakan diri untuk bisa bekerja diberbagai tempat. Memangku laptop di kasur, bekerja dengan gaya seperti tentara yang sedang tiarap, atau memaksakan laptop di meja kafe yang ukuran dan fungsinya memang sebagai tempat makanan yang dipesan.
Karena masih nomaden, maka saya menunda dulu keinginan untuk membeli meja komputer. Atau saya akan menyiasatinya dengan membeli meja portable seperti yang banyak digunakan di warung lesehan nasi pecel. :mrgreen:
Memang tak ada gantinya bekerja di rumah sendiri. Bisa membangun suasana dengan sesuka hati.
ReplyDelete