Kian pelik. Ya, dunia blogging semakin pelik akhir-akhir ini, sejauh yang saya tangkap lewat Twitter. Kelompok Blogger A punya hajat, kelompok B menjadi penyinyir. Begitu pula sebaliknya dan untuk kelompok C, D dan seterusnya. Adu argumen, kasak-kusuk seputar kelompok sampai siapa dibalik layar menghiasi drama blogging di negeri ini.
Sejenak kembali ke masa-masa saat saya mulai nge-blog, tahun 2009. Dimana kerjaan saya hanya menulis, blogwalking, menulis dan blogwalking. Kondisi saat itu, saya masih belum ngeh dengan Twitter. Blogging adalah jaringan yang benar-benar berbagi tulisan tanpa mempedulikan dahulu siapa di balik dashboard blog tersebut. Dalam artian, saya mengenali blog A dan hanya tahu siapa nama pemiliknya. Namun soal “rasa”, saya harus membaca beberapa artikel di blog A tersebut dan mengikutinya secara berkala. Setelah beberapa bulan baru
Sejenak kembali ke masa-masa saat saya mulai nge-blog, tahun 2009. Dimana kerjaan saya hanya menulis, blogwalking, menulis dan blogwalking. Kondisi saat itu, saya masih belum ngeh dengan Twitter. Blogging adalah jaringan yang benar-benar berbagi tulisan tanpa mempedulikan dahulu siapa di balik dashboard blog tersebut. Dalam artian, saya mengenali blog A dan hanya tahu siapa nama pemiliknya. Namun soal “rasa”, saya harus membaca beberapa artikel di blog A tersebut dan mengikutinya secara berkala. Setelah beberapa bulan baru