Monday, August 26, 2013

Jadi pas pulkam lebaran kemarin, saya menyempatkan untuk membereskan lemari buku sekalian membaca-baca beberapa buku lama. Beberapa diantaranya saya bawa ke Jakarta. Tempat saya bekerja.

Nah, diantara buku-buku itu ternyata terselip kertas partitur lagu. Partitur lagu yang dulu sering saya bawa dan mainkan melodinya saat masih bergabung di Yamaha Music Indonesia cabang Solo. Nonstalgia! Yang paling mengena adalah partitur lagu yang sempat saya mainkan untuk Misa Malam Natal tahun 2000 di gereja Katholik Santa Maria Kartasura.

partitur1

 

partitur2

 

partitur3

 

Inilah waktu paling berkesan. Saya melakukan hobi saya dengan belajar secara otodidak dan akhirnya mendapat beasiswa bebas biaya SPP sewaktu SMP dari YMI.

Perjalanan saya di musik terhenti saat SMA dan berlanjut ke hobi lain, basket. Bagaimana dengan sekarang? Saya melenceng lagi, jatuh di dunia IT yang juga pekerjaan saya. Lanjut kemana lagi ya? :D

Thursday, August 1, 2013

Karena kebiasaan saya — dan mungkin banyak orang — malas untuk menghapus berkas-berkas yang sebenarnya sudah tidak terpakai atau masih dilema mau dihapus atau tidak ternyata bisa menjadi permasalahan ketika akan berganti laptop.

Apalagi kalau laptop sebelumnya harus dijual atau dikembalikan maka data-data yang ada di laptop harus dipindahkan ke tempat yang baru, baik itu ke media penyimpanan eksternal atau langsung dipindahkan ke laptop yang baru.

Saya baru saja berganti laptop dan laptop yang sebelumnya saya gunakan adalah laptop inventaris dari kantor. Awalnya saya ingin mengambil opsi untuk menyortir data pekerjaan saya dan langsung saya pindahkan ke laptop yang baru dengan menggunakan kabel UTP tanpa melewati harddisk eksternal. Namun pada perjalanannya, pekerjaan menyortir ini cukup menguras waktu.

Karena tidak ingin mengulangi kondisi manajemen berkas yang kurang baik di laptop yang baru maka saya memilih untuk menyortir dan meletakkannya di harddisk eksternal yang saya miliki. Namun permasalahan muncul kembali. Harddisk eksternal yang saya miliki hanya memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 500 GB dan sudah terpakai hampir 300 GB untuk backup laptop lama saya, backup foto dari kamera digital, handphone dan file-file berformat video yang tentu saja cukup besar alokasinya.

harddisk eksternal

Akhirnya perjuangan menyortir berkas membuahkan hasil. Harddisk eksternal saya masih mampu untuk menampungnya meski hanya menyisakan 500 MB dari kapasitas total. Selain itu manajemen berkas yang saya dapati dari hasil menyortir ini terlihat cukup baik daripada sebelumnya. :D
Karena percuma kalau memiliki wadah penyimpanan besar tapi manajemennya buruk, bukan tidak mungkin berkas yang disimpan akan ganda dan itu akan memakan tempat. Tidak efisien.

Nah, sekarang kebutuhan saya adalah membeli media penyimpanan yang memiliki kapasitas simpan yang lebih besar. Saya berpikir untuk sekalian membeli kandar eksternal berkapasitas 2 TB.

Apakah dengan membeli kandar eksternal sebesar 2 TB itu sebuah investasi? Saya baru saja mendapat pelajaran bahwa dengan melakukan manajemen berkas yang baik dan rajin membersihkan berkas-berkas yang tidak terpakai itu juga adalah bentuk dari investasi. Karena percuma kalau memiliki wadah penyimpanan besar tapi manajemennya buruk, bukan tidak mungkin berkas yang disimpan akan ganda dan itu akan memakan tempat. Tidak efisien. Lagi-lagi akan dipusingkan keterbatasan media penyimpanan pada kemudian hari.

Ooo iya, mungkin saya akan lebih mengoptimalkan layanan penyimpanan berkas digital seperti Dropbox, Flickr (untuk foto), Evernote (untuk catatan).

Mari nabung untuk membeli harddisk eksternal! :D