Karena kebiasaan saya — dan mungkin banyak orang — malas untuk menghapus berkas-berkas yang sebenarnya sudah tidak terpakai atau masih dilema mau dihapus atau tidak ternyata bisa menjadi permasalahan ketika akan berganti laptop.
Apalagi kalau laptop sebelumnya harus dijual atau dikembalikan maka data-data yang ada di laptop harus dipindahkan ke tempat yang baru, baik itu ke media penyimpanan eksternal atau langsung dipindahkan ke laptop yang baru.
Saya baru saja berganti laptop dan laptop yang sebelumnya saya gunakan adalah laptop inventaris dari kantor. Awalnya saya ingin mengambil opsi untuk menyortir data pekerjaan saya dan langsung saya pindahkan ke laptop yang baru dengan menggunakan kabel UTP tanpa melewati harddisk eksternal. Namun pada perjalanannya, pekerjaan menyortir ini cukup menguras waktu.
Karena tidak ingin mengulangi kondisi manajemen berkas yang kurang baik di laptop yang baru maka saya memilih untuk menyortir dan meletakkannya di harddisk eksternal yang saya miliki. Namun permasalahan muncul kembali. Harddisk eksternal yang saya miliki hanya memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 500 GB dan sudah terpakai hampir 300 GB untuk backup laptop lama saya, backup foto dari kamera digital, handphone dan file-file berformat video yang tentu saja cukup besar alokasinya.

Akhirnya perjuangan menyortir berkas membuahkan hasil. Harddisk eksternal saya masih mampu untuk menampungnya meski hanya menyisakan 500 MB dari kapasitas total. Selain itu manajemen berkas yang saya dapati dari hasil menyortir ini terlihat cukup baik daripada sebelumnya. :D
Nah, sekarang kebutuhan saya adalah membeli media penyimpanan yang memiliki kapasitas simpan yang lebih besar. Saya berpikir untuk sekalian membeli kandar eksternal berkapasitas 2 TB.
Apakah dengan membeli kandar eksternal sebesar 2 TB itu sebuah investasi? Saya baru saja mendapat pelajaran bahwa dengan melakukan manajemen berkas yang baik dan rajin membersihkan berkas-berkas yang tidak terpakai itu juga adalah bentuk dari investasi. Karena percuma kalau memiliki wadah penyimpanan besar tapi manajemennya buruk, bukan tidak mungkin berkas yang disimpan akan ganda dan itu akan memakan tempat. Tidak efisien. Lagi-lagi akan dipusingkan keterbatasan media penyimpanan pada kemudian hari.
Ooo iya, mungkin saya akan lebih mengoptimalkan layanan penyimpanan berkas digital seperti Dropbox, Flickr (untuk foto), Evernote (untuk catatan).
Mari nabung untuk membeli harddisk eksternal! :D
Apalagi kalau laptop sebelumnya harus dijual atau dikembalikan maka data-data yang ada di laptop harus dipindahkan ke tempat yang baru, baik itu ke media penyimpanan eksternal atau langsung dipindahkan ke laptop yang baru.
Saya baru saja berganti laptop dan laptop yang sebelumnya saya gunakan adalah laptop inventaris dari kantor. Awalnya saya ingin mengambil opsi untuk menyortir data pekerjaan saya dan langsung saya pindahkan ke laptop yang baru dengan menggunakan kabel UTP tanpa melewati harddisk eksternal. Namun pada perjalanannya, pekerjaan menyortir ini cukup menguras waktu.
Karena tidak ingin mengulangi kondisi manajemen berkas yang kurang baik di laptop yang baru maka saya memilih untuk menyortir dan meletakkannya di harddisk eksternal yang saya miliki. Namun permasalahan muncul kembali. Harddisk eksternal yang saya miliki hanya memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 500 GB dan sudah terpakai hampir 300 GB untuk backup laptop lama saya, backup foto dari kamera digital, handphone dan file-file berformat video yang tentu saja cukup besar alokasinya.
Akhirnya perjuangan menyortir berkas membuahkan hasil. Harddisk eksternal saya masih mampu untuk menampungnya meski hanya menyisakan 500 MB dari kapasitas total. Selain itu manajemen berkas yang saya dapati dari hasil menyortir ini terlihat cukup baik daripada sebelumnya. :D
Karena percuma kalau memiliki wadah penyimpanan besar tapi manajemennya buruk, bukan tidak mungkin berkas yang disimpan akan ganda dan itu akan memakan tempat. Tidak efisien.
Nah, sekarang kebutuhan saya adalah membeli media penyimpanan yang memiliki kapasitas simpan yang lebih besar. Saya berpikir untuk sekalian membeli kandar eksternal berkapasitas 2 TB.
Apakah dengan membeli kandar eksternal sebesar 2 TB itu sebuah investasi? Saya baru saja mendapat pelajaran bahwa dengan melakukan manajemen berkas yang baik dan rajin membersihkan berkas-berkas yang tidak terpakai itu juga adalah bentuk dari investasi. Karena percuma kalau memiliki wadah penyimpanan besar tapi manajemennya buruk, bukan tidak mungkin berkas yang disimpan akan ganda dan itu akan memakan tempat. Tidak efisien. Lagi-lagi akan dipusingkan keterbatasan media penyimpanan pada kemudian hari.
Ooo iya, mungkin saya akan lebih mengoptimalkan layanan penyimpanan berkas digital seperti Dropbox, Flickr (untuk foto), Evernote (untuk catatan).
Mari nabung untuk membeli harddisk eksternal! :D
mari menabung kk, kalo udah kebeli, ikutan nebeng backup, boleh gk??? hehehehe
ReplyDeleteJuga menghapus foto yang nggak pernah dipakai *curcol hape isinya foto nggak berguna
ReplyDeletefilbonya ditahan ya... *eh
ReplyDeletenah, kalo aku foto-foto hape itu termasuk berkas yang harus diselamatkan. mboh apik, mboh elek, mboh sak obyek difoto sampe berkali-kali..haha
ReplyDeletevideo unyu jepangnya dihapus aja kalo dah bosen..
ReplyDeleteHihihi..
sama, aku kalau foto dari hp atau kamera gak pernah tak hapus walaupun jelek, karena pasti suatu saat butuh/berguna.
ReplyDelete*lho, kok malah mlebu neng kene reply-ne* haha
ReplyDelete