Beberapa bulan ini saya merencanakan untuk memiliki Macbook untuk menggantikan laptop saya yang lama. Pilihannya adalah Macbook Pro dan Macbook Air. Awalnya saya tertarik dengan Macbook Air 13" karena desainnya yang tipis dan ringan sehingga menunjang mobilitas.
Namun ada beberapa yang mengganjal, minimnya dukungan port antarmuka seperti ethernet dan superdrive yang dihilangkan, RAM yang tidak bisa diupgrade sewaktu-waktu serta border monitor berwarna putih adalah alasan utama saya untuk tidak memilih Macbook Air. Meskipun alasan untuk menghilangkan beberapa komponen itu yang membuat seri Air menjadi lebih ringan dan dukugan super drive dan ethernet sebenarnya bisa tetap didapatkan dengan membelinya secara terpisah.
Setelah saya cocokan dengan budget dan kebutuhan saya dalam menggunakan laptop maka saya memilih Macbook Pro 13" non retina display yang secara keseluruhan lebih lengkap dari segi dukungan yang disediakan. Dengan desain yang lebih terlihat kokoh serta border monitor warna hitam yang bagi saya cukup penting bagi fokus penglihatan saya saat menatap layar.
Sabtu (27/7/2013), saya mengunjungi iBox Mall Kelapa Gading (MKG) untuk menebus Macbook Pro dengan cara kredit dengan menggunakan kartu kredit bank Mandiri dengan 0% installment serta termin waktu bayar yang bervariasi jangkanya (6/12/18 bulan) dan promo voucher potongan pembelian aksesoris sebesar Rp. 200.000. Di iBox saya kembali dihadapkan dengan pilihan apakah akan membawa pulang Macbook Pro dengan processor i5 atau i7. Akhirnya pilihan jatuh kepada Macbook Pro bertenaga processor i7 dan ram sebesar 8 GB karena menurut pengalaman saya, platform OS X cukup boros dalam alokasi pemakaian RAM.
Ketika ingin membayar, ternyata mesin gesek kartu kreditnya tengah bermasalah! ahhh... padahal saya sudah memilih aksesoris yang akan saya sertakan dalam pembelian. Saya lalu pindah ke iBox MoI (Mall of Indonesia). Di sini iBoxnya sepi! hahaha. Sangat berbeda dengan iBox MKG yang sepertinya membeli produk Apple bak membeli kacang goreng.
Saya menyertakan 3 aksesoris dalam pembelian kali ini. Softcase, pelindung layar dan keyboard protector. Dan proses pembayaran tidak menemui kendala seperti sebelumnya. Namun kendalanya adalah saat memasang lapisan pelindung layar dan ada goresan kecil pada pelindung tapi sangat mengganggu. Saya lalu minta menggantinya dengan yang baru . Proses penempelan kedua berjalan mulus sehingga saya bisa langsung membawanya pulang.
Tidak ada penyesuaian ekstra untuk memakai Macbook Pro karena saya sudah cukup familiar dengan lingkungan kerja OS X dan beberapa aplikasinya. Namun kesan kokoh saat melihat memegang atau memangku Macbook Pro ini cukup memuaskan. Apalagi dengan processor i7 serta RAM sebesar 8 GB membuatnya tidak ngos-ngosan ketika saya menjajal membuka aplikasi yang sering saya gunakan saat bekerja secara bersamaan seperti Adobe Ilustrator, Adobe Photoshop, Sublime Text2, Adium (ha?? masih pakai? iya), Chrome, Firefox, Safari dan iTunes. Untuk Front-End Web Developer, saya rasa Macbook Pro cukup bisa diandalkan untuk melakukan pekerjaan.
Saya menjajal kemampuan baterai dengan menggunakan aplikasi yang saya sebut di atas serta wifi menyala ternyata bertahan sanggup sekitar 6 jam sampai indikator baterai menyentuh angka 20% setelah sebelumnya saya pakai di angka 93%.

Oke, harapannya Macbook ini dapat saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan komputer. Overall, untuk saat ini saya puas untuk desain dan performa "alat cangkul" saya yang baru. :D
Namun ada beberapa yang mengganjal, minimnya dukungan port antarmuka seperti ethernet dan superdrive yang dihilangkan, RAM yang tidak bisa diupgrade sewaktu-waktu serta border monitor berwarna putih adalah alasan utama saya untuk tidak memilih Macbook Air. Meskipun alasan untuk menghilangkan beberapa komponen itu yang membuat seri Air menjadi lebih ringan dan dukugan super drive dan ethernet sebenarnya bisa tetap didapatkan dengan membelinya secara terpisah.
Setelah saya cocokan dengan budget dan kebutuhan saya dalam menggunakan laptop maka saya memilih Macbook Pro 13" non retina display yang secara keseluruhan lebih lengkap dari segi dukungan yang disediakan. Dengan desain yang lebih terlihat kokoh serta border monitor warna hitam yang bagi saya cukup penting bagi fokus penglihatan saya saat menatap layar.
Sabtu (27/7/2013), saya mengunjungi iBox Mall Kelapa Gading (MKG) untuk menebus Macbook Pro dengan cara kredit dengan menggunakan kartu kredit bank Mandiri dengan 0% installment serta termin waktu bayar yang bervariasi jangkanya (6/12/18 bulan) dan promo voucher potongan pembelian aksesoris sebesar Rp. 200.000. Di iBox saya kembali dihadapkan dengan pilihan apakah akan membawa pulang Macbook Pro dengan processor i5 atau i7. Akhirnya pilihan jatuh kepada Macbook Pro bertenaga processor i7 dan ram sebesar 8 GB karena menurut pengalaman saya, platform OS X cukup boros dalam alokasi pemakaian RAM.
Ketika ingin membayar, ternyata mesin gesek kartu kreditnya tengah bermasalah! ahhh... padahal saya sudah memilih aksesoris yang akan saya sertakan dalam pembelian. Saya lalu pindah ke iBox MoI (Mall of Indonesia). Di sini iBoxnya sepi! hahaha. Sangat berbeda dengan iBox MKG yang sepertinya membeli produk Apple bak membeli kacang goreng.
Saya menyertakan 3 aksesoris dalam pembelian kali ini. Softcase, pelindung layar dan keyboard protector. Dan proses pembayaran tidak menemui kendala seperti sebelumnya. Namun kendalanya adalah saat memasang lapisan pelindung layar dan ada goresan kecil pada pelindung tapi sangat mengganggu. Saya lalu minta menggantinya dengan yang baru . Proses penempelan kedua berjalan mulus sehingga saya bisa langsung membawanya pulang.
Pengalaman memakai Macbook Pro
Tidak ada penyesuaian ekstra untuk memakai Macbook Pro karena saya sudah cukup familiar dengan lingkungan kerja OS X dan beberapa aplikasinya. Namun kesan kokoh saat melihat memegang atau memangku Macbook Pro ini cukup memuaskan. Apalagi dengan processor i7 serta RAM sebesar 8 GB membuatnya tidak ngos-ngosan ketika saya menjajal membuka aplikasi yang sering saya gunakan saat bekerja secara bersamaan seperti Adobe Ilustrator, Adobe Photoshop, Sublime Text2, Adium (ha?? masih pakai? iya), Chrome, Firefox, Safari dan iTunes. Untuk Front-End Web Developer, saya rasa Macbook Pro cukup bisa diandalkan untuk melakukan pekerjaan.
Saya menjajal kemampuan baterai dengan menggunakan aplikasi yang saya sebut di atas serta wifi menyala ternyata bertahan sanggup sekitar 6 jam sampai indikator baterai menyentuh angka 20% setelah sebelumnya saya pakai di angka 93%.
Oke, harapannya Macbook ini dapat saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan komputer. Overall, untuk saat ini saya puas untuk desain dan performa "alat cangkul" saya yang baru. :D
[...] baru saja berganti laptop dan laptop yang sebelumnya saya gunakan adalah laptop inventaris dari kantor. Awalnya saya ingin [...]
ReplyDeleteSelamat ya bro, akhirnya move on ke MBP :-P
ReplyDeletetinggal menunggu move on-mu, kak! :D
ReplyDelete