Friday, April 19, 2013

dontstarve game
“an intrepid Gentleman Scientist who has been trapped by a demon and transported to a mysterious wilderness world”

Kali ini tentang game. Saya sebenarnya bukan maniak game, hanya beberapa game yang saya mainkan secara rutin, itupun jika mood dan ada kesempatan bermain. Counter Strike, Ghost Recon, Empire Earth, Red Alert dan Zoo Tycoon :D adalah mainan saya ketika masih memiliki komputer bermonitor tabung. Era online game, saya hanya memainkan Gunbound. Tidak pernah berniat mencicipi game yang harus memiliki voucher untuk memainkannya seperti Regnarok dan game-game serupa. Alasannya adalah saya gampang bosan dan tidak memiliki cukup uang untuk membeli voucher (ditambah biaya warung game online per jamnya) sedangkan game model ini tidak ada habisnya. Sumber uang terbatas. hehe

Game PC yang masih saya mainkan secara rutin sampai sekarang hanya Pro Evolution Soccer.

Nah, kemarin, teman sekantor, Nova, tampak khusyuk beribadah memainkan game. Saya melirik monitor laptopnya dan ternyata dia tidak sedang melakukan kebaktian DotA. Karena penasaran, saya menanyakan game apa yang sedang dimainkan. Dijawabnya dengan Don't Starve. Dia mendeskripsikan secara singkat kalau game ini tentang survival (kemampuan bertahan hidup).

Secara sekilas game ini soal strategi dan harus terus mencari barang untuk akhirnya jadi sesuatu untuk bertahan di hutan belantara. Karena saya memang suka game tentang strategi, maka saya langsung meminta installernya.

Giliran mencoba Don't Starve di laptop sendiri. Saya langsung tertarik. Mulai dari menebang kayu, mencari ranting pohon, rumput kering dan tentunya makanan. Makanan untuk mengisi perut, semak dan kayu untuk membuat api unggun di malam hari. Apa yang terjadi kalau di malam hari Wilson tidak menyalakan api unggun? Layar laptop gelap dan Wilson akan dimakan monster!

Begitu seterusnya, hari demi hari sambil terus mencoba membuat alat-alat yang membutuhkan bahan-bahan yang bisa ditemukan di hutan belantara dengan berjalan kaki. Jika lapar, Wilson bisa memakan bunga, strawberrry semak, wortel dan jamur. Nah jika Wilson salah memakan jamur, bukannya perut berisi tapi kepalanya akan pusing yang divisualisasikan dengan bergoyangnya layar laptop di game ini. hahaha. Ada beberapa warna jamur, berdasar dari pengalaman ketika memakan jamur yang malah membuat pusing. Maka selanjutnya saya bisa memilah jamur mana yang bisa di makan. Seperti layaknya menjalani survival di kehidupan nyata.

Bosan jadi vegetarian? Wilson bisa menangkap kelici dengan jebakan yang dibuat dari ranting dan semak yang sebelumnya sudah dicarinya serta memberi umpan dengan sebuah wortel.

Di hutan banyak hewan liar nan buas. Sama! Di hutan tempat Wilson juga ada, namun di game ini divisualisasikan dengan bentuk monster. Terdapat juga hewan yang berguna bagi sang ilmuwan, kunang-kunang misalnya. Kunang-kunang bisa menjadi penerang di tengah gelapnya malam karen Wilson bisa mengubahnya menjadi senter kepala.

Masih banyak lagi yang bisa diperbuat Wilson di hutan belantara ini. Karena dia adalah ilmuwan, maka dia bisa membangun seperti laboratorium untuk membuat alat-alat yang diperlukan untuk menghadapi buasnya kehidupan rimba yang akan terus bertambah hari demi hari. Seperti tagline game ini sendiri, Survive!, Collect!, Attack!

Wilson at Dont Starve game

Siapa sih Wilson si ilmuwan yang tersesat di belantara itu? Silakan mengenali game dan karakternya lewat websitenya. Game ini bisa berjalan di Windows, Mac, dan Ubuntu. Serta tersedia dalam versi aplikasi browser Chrome. Saat ini Don't Starve masih dalam pengembangan (versi beta) dan masih akan dilakukan penambahan interaksi dan level dalam permainannya.

Saya sudah mulai ketagihan. Welcome to the jungle. Mari berburu dan meramu!

0 comments:

Post a Comment