Masalahnya bukan pada jam bangun, namun jam tidur.
Sempat mengalami masa dimana untuk memejamkan mata saja susah. Pikiran terbang kemana-mana dan semakin ingin tidur, semakin capek dibuatnya.
"Bangunlah sebelum ayam berkokok" atau "Jangan bangun siang nanti rejekinya dipatok ayam". Ini semua bukan kesalahan ayam. Ini benar adanya, dengan bagun pagi maka waktu yang didapat dalam sehari akan optimal.
Di masa transisi, saya menjalani 2 pekerjaan yang sama sekali berbeda, pagi-sore: pekerjaan administratif lalu sore-malam-pagi berkutat dengan syntax. Waktu tidur hanya 2-3 per hari, jam 6 pagi sudah harus bangun untuk menjalani aktivitas di hari yang bisa dibilang sebelumnya atau masih hari ini. Begitu seterusnya kira-kira 8 bulan.
Tidak optimal! ya, inilah yang saya dapatkan. Pada waktu otak sudah capek, bekerja di depan layar komputer sepertinya hanya buang-buang waktu karena sudah tidak dapat berkonsentrasi penuh. Yang ada hanya "galau pikiran". Antara melanjutkan koding atau tidur untuk harapan yang sepertinya hanya sebatas wacana dalam 8 bulan: Bangun dan mendapati badan segar.
Kopi. Tentang minuman yang disebut-sebut dapat menyegarkan mata dan pikiran saat ngantuk. Nyatanya tidak. Saya tidak menyalahkan kopi, tapi sebenarnya memang disaat badan dan pikiran sudah lelah tak ada satupun alat penolong selain tidur. Kopi kental malah kadang hanya dapat menyebabkan jantung berdebar dan rasa gelisah saat tubuh sudah rebah di kasur.
Untunglah 3 bulan terakhir ini saya sudah seperti manusia normal. Bangun masih tetap jam 6 pagi dan tidur diantara jam 11/12 malam. Upaya dalam "me-reset" jam biologis ini lumayan membutuhkan effort. Intinya tubuh dibuat exhausted dengan cara berolahraga. Saya melakukannya dengan bersepeda sore dari rumah - waduk Cengklik yang jaraknya 21 KM (pulang-pergi).
Setelah sembuh? Saya malah tidak bersepeda kembali. Mungkin akan memulainya kembali di minggu-minggu ini setelah bangun pagi. Dan kebetulan saya juga sudah melepaskan pekerjaan administratif dan full time kerja di rumah. Subtitusi mengepel lantai mungkin bisa dijadikan alternatif bentuk olahraga. :D
0 comments:
Post a Comment