Sunday, November 18, 2012

Printer Epson L210

Lagi-lagi masalah printer dan solusi terbaik untuk tinta dan catridge (printer inkjet sekarang rata-rata heat-nya jadi satu dengan catridge). Saya akhirnya membeli printer yang menawarkan tangki tinta yang dibuat dari pabrikan printer. Istilahnya built-in. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, memodifikasi tangki tinta yang bukan bawaannya cukup merepotkan. Bocor, selang tinta tersumbat dan catridge yang kering karena penggunaan tinta yang tidak direkomendasikan oleh pabrikan pembuat printer.

Saya mengambil "paket komplit", yaitu printer yang memiliki fungsi print - scan - copy (PSC). Pilihan jatuh kepada Epson L210. Dengan harga sekitar 2 jutaan, saya berharap printer ini tidak akan rewel untuk masalah tinta dan heat-nya. Saya pernah ngambek pada printer dan tidak membeli penggantinya setelah rusak.hehe. Sebelum saya membeli Epson, saya sudah pernah memiliki 4 printer dengan merk Canon (bubble jet, pixma) dan Hewlett Packard (HP). Tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan atau akan fanatik pada satu jenama tapi karena merk printer yang baru saja saya beli sudah menawarkan lebih dulu akan tangki tinta terintegrasi maka saya memilihnya. Itu saja.

Tinta original untuk Epson seri ini dijual seharga 70 ribu per botol. Takarannya? 1 tangki penuh. Terlalu naif jika saya mengatakan takaran dalam lembar cetakan yang dapat dihasilkan per botol seperti pada brosur produk. Saya berniat untuk tetap memakai tinta original untuk menjaga warna yang dihasilkan.

Namun, ditengah sebuan inovasi printer, nyatanya tempat foto kopi masih eksis. Apalagi yang menyediakan jasa edit foto dan printing. :D

© foto: Andrean Saputro

0 comments:

Post a Comment