Thursday, July 28, 2011

xlnetrallySemarang!! Akhirnya saya mengunjungi ibukota provinsi di mana saya tinggal, Jawa Tengah, setelah hampir sepuluh tahun yang lalu saya pernah di kota ini bersama keluarga. Masih SD dan daya ingat saya tentang kota ini hanya sebatas Simpang Lima, tak lebih.

Kesempatan jalan-jalan kali ini saya dibawa ke Semarang oleh acara XL Network Rally dari XL.

Acara  XL Network Rally sendiri bukan yang pertama kali diadakan, namun saya baru kali ini mengikutinya.  :D Lalu, apa itu XL Network Rally? Ini adalah acara yang mempresentasikan kesiapan XL sebagai provider telekomunikasi dalam menyajikan layanan menjelang arus mudik dan lebaran.

Saya, serta pak Blontankpoer dan Dafhy yang diundang dalam acara XL Network Rally mengawali perjalanan dari basecamp blogger Bengawan (Rumah Blogger Indonesia) untuk kemudian bertolak ke Semarang dengan mobil yang disediakan XL yang beridentitas dengan stiker bertuliskan "XL Network Rally".

Start dari Solo jam 14.00 dan sampai Semarang (Hotel Gumaya) jam 17.45. Luar biasa lamanya, ini dikarenakan karena rute perjalanan pe-Rally asal Solo memang padat merayap.

Sesampainya di hotel, saya dengan pak Bhe (sapaan pakdhe Blontank) yang sekamar melepas lelah sejenak. Menonton TV sambil tiduran dan pastinya sambil nyruput teh racikan dari pak Bhe yang terkenal mantab itu. :D

Jam 19.30 saya dengan pak Bhe meninggalkan Hotel Gumaya dan meluncur ke Taman Budaya Raden Saleh Semarang (TBRS) untuk mengikuti acara OBSAT dan makan malam. Sampai di TBRS, saya melihat banyak blogger baik seleb, sesepuh atau yang sempat saya dengar namanya via online namun belum sempat bertemu. Seperti biasa, ritual salam menyalamipun terjadi.

Nah! Ini yang membuat perhatian se-TBRS! Dua Polwan cantik yang sering terlihat di layar televisi hadir juga di acara ini. Bukan kebetulan, karena NTMC Polda Metro memang diundang di acara XL Network Rally ini. Siapakah mereka? Tentu saja, Briptu Eka Frestya dan Briptu Avvy! bro.... bening... bro... :))




[caption id="" align="alignleft" width="222"]Briptu Eka dan Briptu Evvy Briptu Eka dan Briptu Evvy[/caption]

[caption id="" align="alignleft" width="172"]Andre Eka #eeeaaaaaaa :-)) Andre Eka #eeeaaaaaaa :D[/caption]

Tentu saja, kehadiran kedua Briptu cantik ini membuat rombongan XL Net Rally antre untuk foto bareng dengan mereka. Tak ketinggalan, saya juga berpartisipasi dalam rangkaian acara ini. hihihi (Jika kurang terlihat, sila klik pada gambar...)







Obsat


#obsat #XLNetRallyAcara Obsat pun dimulai, Ndoro Kakung dan mbak Ira sudah ambil posisi di panggung dan menyapa peserta. Lalu, Vice President Network Operation XL Axiata, Robert Dedy Purwanto dan Bidtek Infokom Korlantas Porli, Kombes Pol Drs. Gatta Chairuddin, SH dipanggil ke depan untuk mempresentasikan kesiapan XL dan Polri menjelang mudik dan lebaran tahun ini.


DSCN1900


Robert Dedy Purwanto mempresentasikan kesiapan PT XL Axiata dalam menyambut kenaikan trafik penggunaan baik data atau telepon dan SMS yang sudah pasti dalam musim mudik akan mengalami perlonjakan (tahun ini diperkirakan akan mengalami perlonjakan pemakaian secara global sebesar 30% - 40% dari hari normal). Robert memaparkan, kesiapan XL meliputi 3 hal besar, yaitu Kapasitas, Coverage dan Kualitas.


Detail kenaikan penggunaan telekomunikasi via XL sesuai yang disampaikan Robert pada saat mudik:




  • Voice naik 31%

  • SMS naik 37%

  • Data naik 34%. Untuk penggunaan data (baik mobile data atau broadband, XL mengalami kenaikan sebesar 400% dari tahun sebelumnya, 2010)


Pembangunan BTS (Base Transceiver Station) juga dilakukan XL guna mengantisipasi kenaikan penggunaan serta untuk menyajikan kualitas dan coverage layanan bagi pelanggannya. Sebelumnya, XL sudah memiliki 24.000 BTS merata di seluruh Indonesia dan menambah 100 BTS baru untuk menyambut datangnya musim mudik 2011. Titik pengadaan BTS anyar XL di prioritaskan di wilayah Jawa Tengah dengan alasan, karena Jawa Tengah adalah pusat wara-wiri dan persinggahan sementara (transit) bagi para pemudik. Tentu saja, trafik di daerah Jawa Tengah akan menjadi padat karena kondisi ini. Porsi pengadaan BTS di wilayah Jawa Tengah adalah sebesar 23%.

Mudik melalui 3 media transportasi juga akan difasilitasi XL untuk urusan telekomunikasi. Jika anda nanti berniat mudik ke kampung halaman dengan kereta api, maka XL sudah melakukan Network Rally dengan pengetesan 3G Drive Through dari Jakarta ke Semarang, bukan itu saja dalam acara ini pula, 12 blogger mencoba kereta api pertama yang ber wi-fi dan di support penuh dengan koneksi dari XL Axiata. Nama keretanya Argo Anggrek berkonsep Go Green dan sekali lagi, ini adalah kereta api pertama yang dilengkapi wi-fi di dalamnya.

Pemudik yang melakukan penyeberangan antar pulau melalui pelabuhan penyeberangan juga dipersenjatai oleh koneksi XL baik di pelabuhan atau ketika kapal sedang berada di tengah-tengah lautan. Sedikit celoteh dari mbak Ira, "Sambil menyelam-pun masih bisa..." :D. Merak -- Bakauheni dan Ketapang -- Gilimanuk dipastikan sudah tercover oleh jaringan XL.

Jalur darat via motor atau mobil juga dipastikan aman terkendali dalam hal pemenuhan hasrat berkomunikasi, misalnya sambil mampir ke tempat peristirahatan dan ada foto unik, bisa langsung dilempar hasil jepretannya ke berbagai social media. hihihi. Tidak hanya di pulau Jawa, coverage XL juga meliputi kota dan pulau Sumatra Lampung, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Banjarmasin, Bali, Lombok dan Makassar. Hmm... Berhubung saya tidak mudik, maka jika ada kesempatan nebeng piknik, saya akan berlibur ke salah satu tempat yang sebelumnya saya tuliskan. Maklum, sudah pakai XL sejak tahun 2003. :D

DSCN1903


Disambung dengan paparan dari NTMC Polri dalam mempersiapkan jajarannya untuk mengawal arus mudik dan lebaran tahun 2011. Kombes Pol Drs. Gatta Chairuddin, SH mempresentasikan fungsi NTMC itu sendiri adalah menyediakan informasi tentang keadaan traffik atau yang berhubungan dengan rute perjalanan. Dengan memiliki 300 CCTV diharapkan bisa menyajikan informasi traffik di titik-titik yang dianggapa memiliki kepadatan lalu lintas. Lalu apa saja visualisasi yang bisa di dapatkan? Visualisasi bisa berupa data peta jalan lalu lintas, info angkutan, info kecelakaan, info tentang jalan, info baku mutu udara dan info hilang temu kendaraan bermotor.

Dalam menyajikan informasi, NTMC sendiri sudah memberikan banyak channel dan menggunakan social media. Diantaranya melalui TV, radio, telepon, Internet (Twitter, Facebook dan dan website).

Pak Gatta juga menyebutkan daerah mana saja yang dikatakan langganan rawan kecelakaan dan tragedi lalu lintas, daerah tersebut adalah Nagrek, Bojonegoro, Alas Roban, penyeberangan Bakauheni, Cikopo, Pejagan, Batang, dan Ketapang. Jadi jika anda pada mudik nanti melewati titik-titik ini, harap berhati-hati yah, tuips!

Pola pengamanan yang disiapkan dari Polri sendiri adalah:

  • Mendekatkan pelayanan ke jalur

  • Melayani dengan senyum

  • Melindungi dan menganyomi

  • serta Penggelaran posko-posko


Dan semoga saja, banyak polwan-polwan cantik di setiap posko mudik. hehehe

Polri menyediakan 3.184 pos dengan mengerahkan 89.137 personel kepolisian dalam menyambut musim mudik dan lebaran tahun ini. Dan saya berharap banyak dengan tugas-tugas kepolisian dalam hal mengatur lalu-lintas, sebab pada lebaran tahun lalu, di wilayah Kartasura yang sebagai segitiga joglosemar (Jogja Solo Semarang) mengalami kemacetan hampir 7 jam lamanya.

Pak Polisi Indra Darmawan selanjutnya menjelaskan tentang sistem kerja di NTMC, yang paling banyak ditanyakan oleh peserta XL Network Rally adalah "Apakah briptu Eka juga menjadi admin Twitter @NTMClantasPolri?" Indra Darmawan mengeles dengan jawaban "Twitter @NTMClantasPolri mempunyai 10 orang admin dengan 3 shift pergantian" Lalu Ndorokakung menanyakan kembali, "Briptu Eka jam berapa?" Namun pakpol Indra Darmawan tidak memberi keterangan. Rahasia dapur kali ya...

Oto Blogger Indonesia juga dilibatkan XL untuk melakukan pengetesan jaringan XL dan menempuh 641 km dari Jakarta -- Semarang dengan menggunakan motor! Dengan berpersonilkan 7 orang dan beraneka gadget dan semangat tinggi tentunya, rombongan Oto Blogger Indonesia ini menempuh jarak tempuh yang panjang dan dilepas dari kantor XL Axiata Jakarta.

[caption id="" align="aligncenter" width="600"] Edo Rusdyanto -- Foto: Obsat Gallery[/caption]

Test dari beberapa gadget yang dibawa oleh OBI sendiri menghasilkan kekuatan sinyal XL yang berbeda-beda, bukan karena networknya yang berbeda, tapi kemampuan menangkap network dari masing-masing gadget sendiri memang berbeda. Namun yang saya lihat dari slide yang dipaparkan oleh Edo Rusyanto, dari beberapa gadet, minimal bisa menikmati sinyal EDGE yang tentunya masih ngacir daripada GPRS.

Hasil temuan OBI saat menempuh perjalanan dari Jakarta ke Semarang juga lebih banyak menyoroti keadaan jalan yang banyak berlubang sehingga berbahaya untuk pelintas. Dari sinilah OBI juga memberikan rekomendasi mudik. Apa saja rekomendasinya?

  • Mudik ke kampung halaman sebaiknya naik alat transportasi umum (Bus/KA/Pesawat)

  • Hendaknya operator tidak mengadakan mudik bareng dengan naik motor, namun mudik bersama dengan bus atau kereta api

  • Sebaiknya motor dipaketkan dengan truk atau KA karena lebih aman

  • Jika terpaksa naik motor, maksimal 2 orang di atas motor. Gunakan safety gear dan tidak membawa barang berlebih


Kemudian setelah Edo mempresentasikan hasil perjalanannya dari Jakarta ke Semarang, acara tanya jawab dimulai dan kedua briptu cantik itu beraksi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang didapatkan dari peserta XL Network Rally. Salah satunya mas @AriefTS yang melontarkan pertanyaan seputar penggunaan sirene pada saat touring motor dan mendapatkan jawaban dari briptu Avvy dan hadiah dari XL karena menjadi salh satu pertanyaan terbaik.

Acara Obsat berakhir, saya, pak Bhe dan Dafhy tidak menggunakan mobil yang membawa peserta lain ke hotel, namun menggunakan kaki masing-masing untuk kemudian menjelajah kota Semarang. Jalan Pahlawan, Tugu Muda dan Simpang Lima.

Ada temuan menarik, setelah jumpa briptu cantik dari Jakarta, saya juga menemui polwan cantik dari Semarang yang besar sekali! Iya, karena mereka terpampang di videotron di atas pos polisi.

[caption id="" align="aligncenter" width="500"]23072011271 duo polwan via videotron[/caption]

Karena kaki sudah tidak kuat, maka dipilihlah becak untuk menghantar trio blogger ndeso ini ke Hotel. Simak ceritanya di blog pak Bhe...


Sampai hotel, saya tidak langsung tidur, namun melanjutkan menikmati kota Semarang dengan sepupu yang kebetulan tinggal di Semarang. Putar-putar samapai jam 2 pagi, masuk hotel lalu tidur...


Minggu pagi jam 6.30, saya terbangun dan selanjutnya bersiap untuk mengikuti rangkaian acara XL Network Rally hari terahir ini. Di mulai dari sarapan dengan trio blogger, mbak Ira, mas Iman Brotoseno dan mas Harry DJ di nasi goreng babat pak Karmin daerah Mberok, Semarang. Nasi gorengnya maknyusss, gan!


Masuk hotel lagi untuk mengemasi barang-barang karena pagi itu juga rombongan XL Network Rally harus check out dan piknik asyik. Berkumpul di lobby dan siap-siap menaiki bus dimana rombongan akan di ajak ke tempat tujuan wisata Semarang.



Lawang Sewu


Inilah destinasi pertama. Setelah pikiran saya cukup teracuni dengan kemisitisan bangunan ini, pecah sudah pikiran saya itu ketika sudah memasuki gerbang pagar Lawang Sewu ini. Bangunannya fantastis! Khas bangunan Belanda dan pastinya ditemui banyak sekali pintu di bangunan ini.
The Sun and The Lawang Sewu


Rombongan langsung bertaburan dengan mengabadikan bangunan ini via foto ponsel, camera pocket dan DSLR, pokoknya dengan apa saja yang ada di tangan,


24072011294


Setelah di briefing sejenak oleh tour guide, peserta lalu menyusuri bangunan Lawang Sewu. Dan ini yang saya tunggu-tunggu, Lawang Sewu Under Ground! Dimana rombongan bisa masuk ke lorong bawah tanah Lawang Sewu yang gelap dan berair plus bisa membuat bulu kuduk berdiri.




[caption id="" align="aligncenter" width="500"]Lawang Sewu Underground Lawang Sewu Under Ground[/caption]

Yang membuat saya takjub adalah kokohnya bangunan ini, dan sampai saat ini saya masih bertanya-tanya. Itu kok semen di bawah tanah ngga lumutan ya? Padahal tempat ini lembab. Masih seperti baru dan ada tapak-tapak kaki para pekerja rodi yang sudah beratus-ratus tahun lamanya.




[caption id="" align="aligncenter" width="500"]24072011298 Surat Tanda Lulus Susur Lorong Bawah Tanah[/caption]

Mentas lagi ke permukaan... Jalan-jalan sebentar lalu foto bersama rombongan sebelum meninggalkan Lawang Sewu dan meluncur ke Sam Poo Kong




[caption id="" align="aligncenter" width="500"]Rombengan Blogger Rombongan Blogger -- Foto: @goenrock[/caption]

Sam Poo Kong


Di dominasi warna merah dari kejauhan dan saya juga menebak kalau ini adalah bangunan khas China. Warna ternyata tidak menipu dan diperkuat lagi dengan namanya, Sam Poo Kong. Di sinilah tempat laksamana Cheng Ho terdampar, dan konon katanya tempat ini dulunya adalah laut, lebih tepatnya pesisir.

Acara di Sam Poo Kong saya manfaatkan untuk berfoto-foto ria, karena persediaan daya baterai baik ponsel dan kamera saku saya sudah pada kondisi hampir habis. Habiskan saja di tempat ini, pikir saya.

Kalau boleh pamer, ini dia hasil jepretan saya di Sam Poo Kong

[caption id="" align="aligncenter" width="576"]#XLNetRally at Sam Poo Kong Menyimak sejarah Sam Poo Kong dari tour guide[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="576"]Sam Poo Kong Sam Poo Kong[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="576"]Sam Poo Kong -- Semarang Sam Poo Kong -- Semarang[/caption]

Perlu diketahui, Semarang itu terik sekali... Apa memang betul ya, bahwa tempat ini dulunya adalah pantai? Panas pantainya terasa sampai sekarang. Menikmati sebotol air mineral sambil melihat-lihat hasil tangkapan kamera saku saya sebelum masuk bus untuk makan siang. Ada pemandangan cukup unik, tempat sampah di Sam Poo Kong ini besar-besar. Cukup untuk menampung satu orang dewasa nampaknya.




[caption id="" align="aligncenter" width="576"]Tempat Sampah Norak! -__-* Recycle Bin. Foto: @blontankpoer[/caption]

Acara makan siang di Soto Pak Man melepas rasa dahaga dan lapar setelah berpanas-panas di Sam Poo Kong. Semangkok nasi soto plus semangkok es dawet durian dirasa pas untuk bahan pengisi perut dalam menempuh perjalanan dari Semarang ke Solo.


Di warung soto inilah rombongan kloter Solo berpisah karena sudah disediakan mobil yang stand-by untuk sarana kami pulang. Pulang tetap bersama pak Bhe dan Dafhy ditambah dua blogger Jogja, mas Enthon9 dan Arrale. Karena tenaga sudah hampir habis, maka keadaan di dalam mobil tak ubahnya seperti sebuah kamar. Pada tidur semua... hehehe...


Itulah cerita saya di Semarang bersama #XLNetRally. Semoga XL semakin handal di bidang telekomunikasi dan sering-sering ya membawa blogger ikut serta dalam Net Rally-Net rally selanjutnya.


Terima kasih XL untuk piknik asyiknya! Saya pulang dengan lemas tapi puas! :D






Update:


Sepatu Yang Tertinggal


Setelah diingatkan mas Aam Krisnadi bahwa ada kejadian sepatu yang tertinggal. Begini ceritanya, saat di soto pak Man dan harus berpelencar tidak naik bus lagi maka barang-barang saya yang ada di bus harus diturunkan untuk selanjutnya dipindahkan ke mobil. Dengan tidak tergesa-gesa saya membawa tas dan oleh-oleh dari XL. Lali sungguh lupa saya sama bawaan sepatu yang akhirnya tidak terpakai waktu di Semarang -- lha wong saya ikut acara XL Net Rally dengan sandal hotel :D.


Mobil sudah meluncur dan sekitar 15 menit, saya baru teringat, bahwa alas kaki warna cokelat itu tertinggal di bus. Untung ada mas Aralle yang punya kontak salah satu penghuni bus-nya plus mas Enthong yang baiq mau menelpon awak bus itu. Kami, serombongan pe-rally Jogja-Solo harus megejar laju bus itu sampai ke bandara Ahmad Yani.


Sampai di jalur pintu masuk bandara, kita papasan dengan bus tersebut. Saya melihat busnya, tapi bus pasti tidak melihat mobil yang saya tunggangi. :(


Akhirnya, kita putar balik. Untung saja ada lampu merah yang menghentikan laju bus dan mobil yang saya tunggangi bisa berhenti di samping busnya. Tak selang lama, mas Gondrong (entah siapa namanya) membawa tas XL berwarna biru dan mengetuk jendela mobil.. ah... Di dalam tas XL biru itulah sepatu coklat saya tinggalkan... Begitulah cerita Sepatu yang Tertinggal... :D

17 comments:

  1. Jadi kapan syukuran menang iPad?

    ReplyDelete
  2. Sayangnya aku ora diajak, Mas, padahal Semarang itu kan kota kenangan buat saya.. Hhheee

    ReplyDelete
  3. Wahihi... Di amini dulu, Mas.. :)

    ReplyDelete
  4. Saya juga hanya yang diundang kok, Mas Gie.. Lho Semarang apa Klaten to, Mase? :D

    ReplyDelete
  5. nek menang, sebotol ya kak :p

    ReplyDelete
  6. nek menang aku bayari Sepur PP Jogja-Solo ya kakak :p

    ReplyDelete
  7. eh mas sing sepatune keri neng Bis kok ora di ceritakke jee :lol:

    ReplyDelete
  8. Suwun kak sudah mengingatkan.. Sudah di update... :D

    ReplyDelete
  9. keinget terdampar di simpang lima tapi bagai terdampar di jakarta mas :D
    sayang ora iso melu lomba ngeblognya kie. blogku 509 je :'(

    ReplyDelete
  10. Ini benar-benar kisah kereta ekspress, semuanya langsung masuk. Ah, seandainya di sana, pasti ikutan berbening ria :lol:.

    Saya ke Semarang saat gempa Jogja dulu dan ketemu gubernur Jawa Tengah saat itu, hiks pertemuan yang mengesankan, saat semua orang pakai baju batik, saya malah pakai kemeja resmi dengan pede-nya, aiyahh..., Semarang :).

    ReplyDelete
  11. haha... berarti bukan petunjuk yang benar ya.. :D

    ReplyDelete
  12. Sudah bening, seragamnya pas pula... :D

    Hahaha... Untung ngga pake jas, ntar mas Cahya biar dikira gubernurnya..

    ReplyDelete
  13. wah .. briptu eka .... itu siapa yang berada di sebelahmu :mrgreen:
    *ada foto closeup briptu eka resolusi HD enggak mas :D bagi dooong

    ReplyDelete
  14. Sebelahnya briptu Avvy... :D
    Ngga punya HD-nya, adanya di facebooknya mas Priyadi..hihihi..

    ReplyDelete
  15. lha entuk aiped e koq ora diupdate..... :)

    ReplyDelete