Hari ini, Sabtu 19 Feb 2011, Twitter lagi gaduh dengan pemblokiran apps Uber Twitter oleh Twitter. Saya kebetulan sudah tahu berita ini pada Sabtu dini hari lewat postingan di Mashable.Com.
Seharian itu crowded, beberapa kata di trending topic juga bertengger isu seputar itu. Setidaknya ada empat trending topic, mereka adalah #ubertwitter, Uber Twitter, UberSocial, SocialScope.
Saya ngga akan membahas Uber Twitter yang di blokir. Karena saya bukan pengguna aplikasi itu. Di sini saya akan attach video Hitler Ngamuk saja, karena ada percakapan tokoh hitler yang mampu dijadikan refleksi social media dan perilaku orang Indonesia terhadap Twitter.
Saya menemukan beberapa kata-kata Hitler yang lumayan #jleb untuk para jagoan-jagoan Twitter yang bertebaran di Indonesia raya ini. :D
Kelakuan para seleb twit pasti sibuk mengecek berapa jumlah followernya, pamer follower baru dan positioningnya dalam dunia kicauan. Sampai-sampai tahu betul status apa yang diperbuatnya dan ramai di RT (ReTweet) followernya. Sebegitunya... :D
Banyak yang mengaku socmed expert atau ahli social media, namun tampak bodoh ketika UT di block dan mungkin tidak bisa twitteran dengan app lain, padahal kan sama saja. Entah manja atau tidak menginstall bisa aplikasi lain di BB-nya. Arogan betul ya? :D
ini mirip dengan status @yonan32
Latah...wekekek. #Jleb! Sepertinya kita menguntungkan media nih, mereka kurang berita, kelatahan kita malah di jadiin berita oleh mereka. Pencetak trending topic kan udah biasa, tapi ya itu, ngga malu apa sebegitu hebohnya isu ini sampai media juga ikut mengekspose. Mending nonton SM*SH donk yes.. :D
Desperate kelatahan teknologi. Mutlak! Ini yang sedang terjadi di sini. Saya juga begitu kok. Ngga bisa twitteran sehari juga suka desperate. Tapi bukan karena Uber Twitternya, app saya memakai Gravity namun saya juga tidak keberatan jika nantinya Gravity juga ikut-ikutan di blokir, tenang saja masih ada iPress yang bermesin dabr. Kalau tidak ya pakai versi web-nya. Sama aja sih. Tinggal gengsi apa nggak memakai yang bukan UT. UT kan keren, bisanya di smartphone doank kan yes? :))
Wahihihi... ini dia penyakitnya. Timeline yang rapih itu sebenarnya enak dilihat dan dinikmati. Tapi seleb twit mah kagak bisa tuh ngertiin. Ngobrol di RT, kehabisan karakter juga no problem, bisa pake tl.gd, tmi.me dan segala macam pemanjang. Padahal reply saja sudah disediakan, tapi untuk personal branding *ngakak dulu* ini wajib RT. Iya donk, namanya saja seleb, yang penting kan pencitraan.
Benar kata Hitler, kalo mau ngeblog di twitter sah-sah saja sih. Ngga perlu kultwit dari 1 sampai berbusa-busa. Terusin saja, follower tinggal klik link pemanjang tadi terus baca. Dari pada seiprit-seiprit.
Ini juga loh yang menyebabkan Uber Twitter di blokir. App dari UberMedia ini sudah menyalahi guidline Twitter itu sendiri. Padahal sebagai aplikasi, sudah seharusnya mematuhi-nya. Kalo masalah duit yang masuk ke App itu dan kecemburuan Twitter akan hal itu, ini sih urusan bisnis masing-masing.
Yah, semoga kelatahan ini tidak berlanjut. Biarlah para ABG itu tau apa yang menjadi jatahnya, 140 karakter cukup. Tidak usah maksa, sudah disediakan tombol reply. Kurang, gunakan blog!
Hell yeah!!!
Seharian itu crowded, beberapa kata di trending topic juga bertengger isu seputar itu. Setidaknya ada empat trending topic, mereka adalah #ubertwitter, Uber Twitter, UberSocial, SocialScope.
Saya ngga akan membahas Uber Twitter yang di blokir. Karena saya bukan pengguna aplikasi itu. Di sini saya akan attach video Hitler Ngamuk saja, karena ada percakapan tokoh hitler yang mampu dijadikan refleksi social media dan perilaku orang Indonesia terhadap Twitter.
Saya menemukan beberapa kata-kata Hitler yang lumayan #jleb untuk para jagoan-jagoan Twitter yang bertebaran di Indonesia raya ini. :D
- "Twitter statistik bapak (Hitler) semakin hari semakin bagus... Sejak enam bulan terakhir, followers bertambah 200%. Skor Tweetlevel.com bapak sudah 90, dengan 90% popularity serta 94% influence. Jadi sekarang bapak bisa menyandang gelar Seleb Twit."
Kelakuan para seleb twit pasti sibuk mengecek berapa jumlah followernya, pamer follower baru dan positioningnya dalam dunia kicauan. Sampai-sampai tahu betul status apa yang diperbuatnya dan ramai di RT (ReTweet) followernya. Sebegitunya... :D
- "Kalian ini gimana?! Ngaku-ngaku socmed expert militer tapi kok ganti app aja bingung! Kan tinggal donlot aja aplikasi yang bisa Twitteran, toh semua sama saja!!! Tinggal pilih kan SocialScope, Twitter for BB, Seesmic dll"
Banyak yang mengaku socmed expert atau ahli social media, namun tampak bodoh ketika UT di block dan mungkin tidak bisa twitteran dengan app lain, padahal kan sama saja. Entah manja atau tidak menginstall bisa aplikasi lain di BB-nya. Arogan betul ya? :D
- "Gue rasa di Indonesia bukan banyak melek digital. Tapi latah digital! Uber Twitter di blokir aja langsung jadi berita utama sampe masuk TV!"
ini mirip dengan status @yonan32
- "Insiden UT ini bikin gue makin yakin, Blackberry itu bukan bikin orang sini melek digital, tapi sekedar latah digital."
Latah...wekekek. #Jleb! Sepertinya kita menguntungkan media nih, mereka kurang berita, kelatahan kita malah di jadiin berita oleh mereka. Pencetak trending topic kan udah biasa, tapi ya itu, ngga malu apa sebegitu hebohnya isu ini sampai media juga ikut mengekspose. Mending nonton SM*SH donk yes.. :D
- "Dah keliatan jelas kan kalo semuanya emang hidupnya di Twitter doank. Gak bisa make UT aja kaya diputusin pacarnya!"
Desperate kelatahan teknologi. Mutlak! Ini yang sedang terjadi di sini. Saya juga begitu kok. Ngga bisa twitteran sehari juga suka desperate. Tapi bukan karena Uber Twitternya, app saya memakai Gravity namun saya juga tidak keberatan jika nantinya Gravity juga ikut-ikutan di blokir, tenang saja masih ada iPress yang bermesin dabr. Kalau tidak ya pakai versi web-nya. Sama aja sih. Tinggal gengsi apa nggak memakai yang bukan UT. UT kan keren, bisanya di smartphone doank kan yes? :))
- Perwira: "Tapi pak, tanpa Uber Twitter, kita susah untuk ngobrol di RT"
- Hitler: "Ya justru itu bagus, Goblok! Supaya orang kayak elo gak nyampah di timeline"
- Perwira: "Tapi kan supaya kita eksis, Pak. Apalagi pujian, wajib RT!"
- Hitler: "Sekalian aja ngeblog di Twitter pake tweetlonger sampe panjang banget kaya ABG2 itu!
Wahihihi... ini dia penyakitnya. Timeline yang rapih itu sebenarnya enak dilihat dan dinikmati. Tapi seleb twit mah kagak bisa tuh ngertiin. Ngobrol di RT, kehabisan karakter juga no problem, bisa pake tl.gd, tmi.me dan segala macam pemanjang. Padahal reply saja sudah disediakan, tapi untuk personal branding *ngakak dulu* ini wajib RT. Iya donk, namanya saja seleb, yang penting kan pencitraan.
Benar kata Hitler, kalo mau ngeblog di twitter sah-sah saja sih. Ngga perlu kultwit dari 1 sampai berbusa-busa. Terusin saja, follower tinggal klik link pemanjang tadi terus baca. Dari pada seiprit-seiprit.
Ini juga loh yang menyebabkan Uber Twitter di blokir. App dari UberMedia ini sudah menyalahi guidline Twitter itu sendiri. Padahal sebagai aplikasi, sudah seharusnya mematuhi-nya. Kalo masalah duit yang masuk ke App itu dan kecemburuan Twitter akan hal itu, ini sih urusan bisnis masing-masing.
Yah, semoga kelatahan ini tidak berlanjut. Biarlah para ABG itu tau apa yang menjadi jatahnya, 140 karakter cukup. Tidak usah maksa, sudah disediakan tombol reply. Kurang, gunakan blog!
Hell yeah!!!
[...] This post was mentioned on Twitter by Komunitas UpdateBlog, genter. genter said: UberHitler: Nasehat Hittler Untuk Uber Twitter: Hari ini, Sabtu 19 Feb 2011, Twitter lagi gaduh dengan pemblokir... http://bit.ly/ePSs3B [...]
ReplyDeleteNdak apa-apa, he he..., kalau dari segi insiden ini saja pengguna tidak memahami mengapa aplikasi terkait diblok, berarti mereka ribut karena selama ini terjajah teknologi digital :D. (sambil nunjuk diri sendiri yang ndak jauh beda).
ReplyDeleteBack to blogging aja... :)
ReplyDeletebegitulah.. :D
ReplyDelete