Friday, November 2, 2012

Percayakah kepada modem USB yang bertenaga sinyal broadband? Saya tidak. Saya lebih percaya kepada kualitas internet lewat instalasi kabel telpon. Kenapa saya percaya? Ya karena selama saya memakainya memang tidak pernah mengalami gangguan yang cukup berarti. Berbeda dengan modem USB yang sering kali membuat mood di depan komputer berubah karena RTO atau karena lambatnya bukan main. Belum lagi jika perangkatnya panas, sering terputus dengan sendirinya. Ribet.


Kemarin sore, saya ditelpon CS provider penyedia sambungan internet dan menginformasikan bahwa masa promo paket yang tiap bulannya saya ambil sebesar Rp. 125.000 dengan kecepatan 384 kbps akan berakhir. Namun akan ada promo untuk mengganti promo sebelumnya. Yaitu dengan menaikan kecepatan internet ke 512 kbps dengan membayar Rp. 195.000 per bulan. Jumlah biaya dalam promo terbaru itu adalah jumlah yang semestinya saya bayar ketika menggunakan internet berkecepatan 384 kbps. 


CS itu menanyakan kesediaan dan konfirmasi atas promo yang dia tawarkan. Saya lalu menanyakan soal term dari promo, terlebih durasi promo terbaru yang ditawarkan. Ternyata promo ini berlaku selamanya. Karena saya malas sekali untuk update dan meminta-minta “ada promo apa nih untuk saya atau bulan ini”, maka saya ambil saja. Toh sebelumnya saya juga sudah berpikir untuk upgrade kecepatan.


Janjinya sore nanti baru akan aktif, namun saya cek pagi ini ternyata sudah naik di angka 512 kbps lebih sedikit pada kecepatan unduh dan 30 kbps di kecepatan unggah. Selamat pagi… Masih suka ngomel-ngomel kepada akun penyedia layanan internet lewat Twitter atau komentar bernada protes di post Facebook? :)


Copyright foto: Andrean Saputro - http://foto.andre.web.id/warna-warni-splitter

Categories: , , ,

0 comments:

Post a Comment